Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan

Gelombang : 24
Narassumber : Susanto,S.Pd
Moderator : Muliadi

"Tujuan belajar adalah berkembang,dan pikiran kita seperti juga tubuh kita,selalu dapat terus tumbuh selama kita masih hidup" (Mortimer Adler)

Tanpa terasa  malam ini memasuki malam ke-13 kelas menulis PGRI. Tujuan belajarku di kelas menulis  adalah untuk terus berkembang, selama masih hidup ingin selalu berupaya yang lebih baik. Walau sebenarnya raga tak maksimal untuk mengikutinya malam ini, namun aku  harus berusaha walau tertatih kuingin tetap berlatih. Kusimak dengan menahan rasa yang berbaur dalam jiwa. Isi kepala yang berdendang seperti kendang bertalu, berpacu untuk membuatku segera berbaring. Obat pereda sakit, demam sudah ku telan. Hidung mampet, komplit sudah menu bapilnya.Hasil touringnya badan meriang.


Bersama  Bapak Muliadi sebagai moderator dan juga alumni kelas menulis angkatan 19. Bersyukur atas nikmat Allah yang masih berkenan menganugerahkan kesempatan, untuk melengkapi pengetahuanku dalam aktivitas menulis. Ada sebuah ungkapan 'Jika kamu tidak dapat menjelaskan sesuatu dengan sederhana, kamu tidak cukup memahaminya' (Albert Einsten).


Ungkapan di atas menyiratkan pentingnya menyusun atau menata kalimat dengan sederhana, sehingga mudah untuk dipahami oleh pendengar atau pembaca. Unsur kesederhanaan bukan hanya dalam struktur kalimat, akan tetapi bisa saja terjadi karena kesalahan yang tidak disengaja oleh penulisnya, misalnya typo. Hal ini lazim terjadi dalam penulisan naskah. 


Malam ini akan dibersamai oleh seorang narasumber dan juga seorang guru kelas di SDN Mardiharjo, Kab. Musi Rawas, Prov. Sumatera Selatan. Beliau kuliah mengambil jurusan S1 Pend. Bhs. Indonesia. Beliau adalah Pak D Susanto,S.Pd.Pria berkelahiran  Gombong Kebumen, tepatanya pada tanggal 29 Juni 1971.Dalam dunia tulis menulis, beliau  lebih dikenal dengan nama pak D. Selain menjadi guru beliau juga merupakan salah satu penulis yang berpengalaman, juga sebagai editor dan kreator konten. Dan alumni kelas BM angkatan 15.


Pengertian Proofreading

Proofreading atau kadang disebut dengan uji-baca adalah membaca ulang sebuah tulisan, tujuannya adalah untuk memeriksa apakah terdapat kesalahan dalam teks tersebut. Kesalahan yang dimaksud di sini termasuk kesalahan penggunaan tanda baca, ejaan, konsistensi dalam penggunaan nama atau istilah, hingga pemenggalan kata dapat diminimalkan.

Narasumber mengutip kalimat sebagai berikut: "Hmm,..aku akan mulai membuat cerita fiksi berdasarkan kiat-kiat dari Pak Mazmo," kata Cici.

Perbaikan kalimat tersebut adalah :" Hmmm ... aku akan mulai membuat cerita fiksi berdasarkan kiat-kiat dari Pak Mazmo," kata Cici.

Tanda Elipsis atau Titik Tiga (...) dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau kutipan ada bagian yang dihilangkan, biasanya untuk memberikan jeda pada dialog.Menurut PUEBI tanda elipsis itu didahului dan diikuti dengan spasi.

Mengapa kata "kata" dalam kalimat ditulis dengan huruf kecil ? Hal ini berkaitan dengan aturan penulisan "dialog tag". Untuk ini pak D mazmo sangat ekspert. Jadi, dengan melakukan proofreading, kesalahan yang dimaksud di sini termasuk kesalahan penggunaan tanda baca, ejaan, konsistensi dalam penggunaan nama atau istilah, hingga pemenggalan kata dapat diminimalkan.

Meskipun dalam tahapan pembacaan sama dengan editing yang dilakukan oleh editor, namun keduanya berbeda. Editing lebih fokus pada aspek kebahasaan, sedangkan proofreading selain aspek kebahasaan, juga harus memperhatikan isi atau substansi dari sebuah tulisan.Proofreading  tidak sekadar menyoroti kesalahan tanda baca atau ejaan, tetapi juga logika dari sebuah tulisan, apakah sudah masuk di akal atau belum.


Tugas seorang proofreader bukan hanya membetulkan ejaan atau tanda baca saja. Seorang proofreader mendapatkan tugas untuk menguji-baca sebuah teks terjemahan. Maka hasil output yang diharapkan adalah sebuah teks yang mudah dipahami, meski bagi orang yang tidak megetahui bahasa asal teks terjemahan tersebut.


Jika disimpulkan tugas poofreader adalah:

*Mampu memastikan bahwa tulisan yang sedang diuji baca bisa diterima logika dan dipahami.
*Mampu mengenali apakah sebuah kalimat efektif atau tidak
*Mampu mengenali susunan kalimat sudah tepat atau belum
*Substansi sebuah tulisan dapat dipahami oleh pembaca atau tidak
*Membuat teks mudah dipahami pembaca dan tidak kehilangan substansi awal

Mengapa harus melakukan proofreading ?   

Proofreading merupakan tahapan penulisan yang  sebaiknya untuk tidak dilewatkan. Terlebih jika kita berniat untuk menerbitkan karya tulis kepada khalayak luas.

Proofreading dilakukan tatkala kita sudah memastikan tulisan sudah jadi atau selesai. Jangan sampai kita terjebak untuk segera memperbaiki, saat tulisan belum usai muncul kekhawatiran dalam hati tentang tulisannya jelek,tidak layak baca dan lainnya. 

Proofreader (meskipun dilakukan oleh penulis) bersifat netral. Seorang proofreader kn menilai karya penulis secara objektif. Oleh karenanya, ketika menjadi proofreader bertindaklah sebagai seorang "pembaca". Akan lebih baik jika tulisan diendapkan beberapa hari agar objektif saat diproofreader.

Jika proofrading dilakukan oleh penulis setelah naskah diendapkan, maka ketika melakukannya, ia bertindak sebagai "CALON PEMBACA", dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :

1.Merevisi draf awal teks, seringkali membuat perubahan signifikan pada konten dan memindahkan,menambahkan atau menghapus seluruh bagian.

2.Merevisi penggunaan bahasa: kata, frasa dan kalimat serta susunan paragraf untuk meningkatkan aliran teks

3.Memoles kalimat untuk memastikan tata bahasa yang benar, sintaks yang jelas, dan konsistensi gaya.Memperbaiki kalimat kalimat yang ambigu.

4.Cek ejaan. Ejaan ini merujuk ke KBBI & PUEBI, tetapi ada beberapa kata yang mencerminka gaya penerbit pemenggalan kata-kata yang merujuk ke KBBI.Menjaga Konsistensi nama dan ketentuannya, Perhatikan judul bab, dan penomorannya

Cara Mudah Melakukan Proofreading pada Ejaan.

Proofreading jika diartikan adalah mengoreksi. atau bisa diartikan membaca ulang untuk memeriksa sebuah penulisan supaya mengetahui apakah ada yang salah atau tidak. Proofreading adalah aktivitasnya, proofreader adalah pelaku yang melakukan aktivitas proofreading tersebut.




Orang tidak peduli seberapa banyak Anda tahu,
sampai mereka tahu seberapa banyak Anda peduli
(Dr.John C.Maxwell)



Comments

Menjadikan Menulis Menjadi Passion

Menulis Buku Terbaik Perpusnas

PEMASARAN BUKU

MENERBITKAN BUKU SEMAKIN MUDAH di PENERBIT INDIE