Mengenal Penerbit Indie

 



Pertemuan ke -17
Gelombang : 24
Moderator : Helwiyah
Narasumber : Mukminin,S.Pd.,M.Pd


Malam yang cukup gerah di ruang bilik yang tidak sempit, namun juga tidak besar aku duduk bersimpuh dengan memandang laptop. Bunyi kipas angin yang menjadi musik tersendiri dalam konsentrasiku mengikuti pelatihan kelas menulis.

Malam ini akan dibersamai oleh seorang narasumber yang namanya sudah tidak asing di WA grup. Beliau adalah Bapak Mukminin, S.Pd., M.Pd.,didampingi sebagai moderator oleh bunda Helwiyah. Tema malam ini adalah "Mengenal Penerbit Indie"
Bapak Mukminin, S.Pd.,M.Pd. Lahir di Jombang, 6 Juli 1965.Lulus S 2 UNISDA LAMONGAN 2012. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia.Saat ini beliau berprofesi sebagai guru PNS di SMP I Kedungpring Lamongan sejak 1989-2021 (32 th) sampai sekarang. Selain itu beliau juga Konsultan Umroh dan Haji Plus PT. Arminareka Perdana Cabang Lamongan.Penulis buku di usia 55 tahun dan menjadi DIREKTUR PENERBIT BUKU KAMILA PRESS LAMONGAN


Menjadi Nara Sumber belajar menulis online di WA grup PGRI asuhan Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd., ( Om Jay).Nara Sumber di Pelatihan menulis buku ber-ISBN bersama tim ( Ibu Noralai Purwa Yunita,M.Pd, Kang Haji Encon Rahman,S.Pd., Bpk Sudomo, S.Pt., Wijaya Kusumah,M.Pd., Sudah berjalan 6 gelombang.


Bapak Mukminin yang terkenal dengan nama panggilan dan nama pena Cak Inin merupakan alumni belajar menulis bersama PGRI asuhan Om Jay Gelombang 8. Sudah banyak karya dan penghargaan dibidang literasi. Dan sekarang Cak Inin ditetapkan sebagai guru besar di UIN Syahid Ali Rahmatullah Tulungagung.


Pada zaman melinial ini semua orang bisa menulis dan menerbitkan buku. Baik sebagai pelajar, mahasiswa, pegawai, guru, dosen, maupun wiraswasta. Menulis dan menerbitkan buku itu mudah, tidak serumit yang kita bayangkan. Apalagi sebagai seorang guru pasti bisa menulis baik fiksi maupun karya ilmiah. Guru memiliki banyak kisah dan pengalaman inspiratif tersebut perlu kita tulis dan terbitkan buku menjadi yangg bermanfaat bagi orang lain/ pembaca. Uintuk bisa terlatih menulis memang butuh ketekunan dan perjuangan. Selain itu, perlu juga tekad dan motivasi tinggi agar tidak goyah saat menjalani proses menulis.


Berbicara motivasi, ada banyak kata-kata agar kita terus semangat menulis. Melalui kata-kata mutiara tentang menulis bisa menjadi motivasi agar sukses dalam berkarya.."Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak". - Ali bin Abi Thalib


Malam ini beliau akan berbagi ilmu tentang Bagaimana Tahapan Cara Menulis dan Menerbitkan Buku yang Tepat. Seorang yang ingin bisa menulis dan menerbitkan buku, perlu memahami tahapan penerbitan buku. Ada 5 tahapan yang harus dilalui:

1.Pramenulis/prawriting :
A.Sebuah. Tahap awal penulis mencari ide apa yang akan ditulis dengan peka terhadap sekitar (pay atention)
B Penulis harus kreatif menangkap fenomena yang terjadi di sekitar untuk menjadi tulisan.
C.Penulis banyak membaca buku. 
 
2. Penyusunan
Penulis mulai membuat Draf ( outline buku/ daftar isi buku) dilanjutkan menulis naskah buku sesuai draf tadi.
Menulis harus sesuai dengan apa yang disukai (passion). Boleh menulis artikel, puisi, puisi, novel dan sebagainya dg penuh kreatif merangkai kata, menggunakan majas, dan berekpresi untuk menarik.
3. Revisi
Setelah selesai naskah maka kita lakukan revisi naskah. Merevisi tulisan mana yang baik dicantumkan, naskah mana yang perlu dibuang, naskah mana yang perlu ditambahkan.

4.Sunting/ Swasunting
Setelah naskah kita direvisi maka masuk tahapan penyuntingan. Penulis melakukan pengeditan. Dalam tahap ini penulis hanya memperbaiki berbagai kesalahan tanda baca, kesalahan pada kalimat. Tahap ini juga dikatakan sebagai "Swasunting" yaitu menyunting tulisan sendiri sebelum masuk penerbit, berdasarkan EBBI Oleh karena itu penulis diharapkan untuk memiliki kemampuan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan EBBI.

5. Publikasi
Jika tulisan Anda yang berupa naskah buku sudah yakin maka Anda memasuki tahap Publikasi atau penerbitan buku.Pertanyaannya apakah Anda sudah memiliki pandangan penerbit yang akan menerbitkan buku Anda?Jika belum punya maka jawabannya adalah penerbit Independen ( penerbit Indie) yang bapak suka.

Narasumber memperkenalkan penerbit buku. Di antaranya penerbit Indhie.Apa itu penerbit Indie?
Penerbit Indie atau penerbit Independen atau penerbit Mandiri adalah sebuah cara alternatif untuk menerbitkan buku atau media lain yang dilakukan penulis naskah bukan dari penerbitnya.Penerbit buku ada dua macam. Pertama penerbit Mayor dan kedua penerbit Indhie.
Perbedaan penerbit mayor dan penerbit Indhie :
1.Jumlah Cetakan di penerbit mayor
# Penerbit mayor mencetak bukunya secara masal. Biasanya cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko buku.

#Penerbit indie : mencetak buku apabila ada yang memesan atau mencetak berkala yang dikenal dengan POD (Print on Demand) yang umumnya hanya didistribusikan melalui media online Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, WA grup dll.

2. Pemilihan Naskah yang Diterbitkan
# Penerbit mayor
Naskah harus melewati beberapa tahap sebelum menerbitkan sebuah naskah. Tentu saja, menyambung dari poin yang pertama, walikota penerbit mencetak bukunya secara masal 1000 - 3000 eksemplar. Mereka ekstra hati-hati dalam memilih naskah yang akan mereka terbitkan dan tidak akan berani mengambil resiko untuk menerbitkan setiap naskah yang mereka terima. Walikota Penerbit memiliki syarat yang semakin ketat, mengikuti selera pasar, dan tingkat harus menerapkan.

# Penerbit indie :
Tidak menolak naskah. Selama naskah tersebut sebuah karya yang layak diterbitkan; tidak melanggar undang-undang hak cipta karya sendiri, tidak plagiat, serta tidak memperhatikan unsur SARA dan pornografi, naskah tersebut pasti kami terbitkan. Kami adalah alternatif baru bagi para untuk mencatat tulisannya.

3. Profesionalitas
# Penerbit mayor:
Penerbit mayor tentu saja profesional dengan banyaknya dukungan SDM di perusahaan besar mereka.

# Penerbit indie : kami pun profesional, tapi sering disalah artikan. Banyak sekali anggapan menerbitkan buku di penerbit indie asal-asalan, asal cetak jadi-jual. Sebagai penulis, harus jeli memilih siapa yang akan jadi penerbit Bapak Ibu dan Saudara-saudara. Jangan tergoda dengan paket penerbitan murah, tapi kualitas masih belum jelas. Mutu dan manajemen pemasaran buku bisa menjadi ukuran awal sebuah penerbitan. Kadang murah Cover kurang bagus, kertas dalam coklat kasar bukan bookpaper ( kertas coklat halus). Kami jaga mutu Cover bagus cerah mengkilat isi buku kertas cokal halus awet ( bookpapar).

4. Waktu Penerbitan
# Penerbit mayor :
Pada umumnya sebuah naskah diterima atau tidaknya akan dikonfirmasikan dalam tempo 1-3 bulan. Jika naskah diterima, ada giliran atau waktu terbit yang bisa cepat, tapi ada juga yang sampai bertahun-tahun. Karena penerbit mayor adalah sebuah penerbit besar, banyak sekali alur kerja yang harus mereka lalui. Bersyukur kalau buku bisa cepat didistribusikan di semua toko buku. Namun, jika dalam waktu yang ditentukan penjualan buku tidak sesuai target, maka buku akan dilepas oleh distributor dan ditarik kembali oleh penerbit.

# Penerbit indie :
Tentu kami akan segera memproses naskah yang kami terima dengan cepat. Dalam hitungan minggu bukumu sudah bisa terbit. Karena memang, kami tidak fokus pada selera pasar yang banyak menuntut ini dan itu. Kami menerbitkan karya yang penulisnya yakin karya tersebut adalah karya terbaiknya dan layak diterbitkan sehingga kami tidak memiliki pertimbangan rumit dalam menerbitkan buku.

5. Royalti
# Penerbit mayor:
Kebanyakan penerbit walikota mematok royalti penulis maksimal 10% dari total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah 3-6 bulan penjualan buku.

# Penerbit indie :
Umumnya 15-20% dari harga buku. Dipasarkan dan dijual penulis lewat fb, Instagram, wa grup, Twitter, status, dll

6. Biaya penerbitan
# Penerbit mayor :
Biaya penerbitan gratis. Itulah sebabnya mereka tidak bisa langsung menerbitkan buku begitu saja sekalipun buku tersebut dinilai bagus oleh mereka. Seperti yang sudah disebut di atas, walikota penerbit memiliki pertimbangan dan pertimbangan yang banyak untuk menerbitkan sebuah buku karena jika buku tersebut tidak laku terjual, kerugian hanya ada di pihak penerbit.

# Penerbit indie :
Berbayar sesuai dg aturan masing-masing penerbit. Antara penerbit satu dengan yang lain berbeda. Karena pelayanan dan mutu buku yang diterbitkan tidak sama.

Narasumber memperkenalkan Penerbit Indie milik beliau sebagai referensi untu menerbitkan buku yakni Penerbitan KAMILA PRESS LAMONGAN ,yang melayani cetak buku, dengan jasa ISBN, editing, Lay out, dan design cover buku dengan harga terjangkau.

# Syarat-syarat penerbitan KAMILA PRESS LAMONGAN:

1. Kirimkan naskah lengkap mulai judul, kata pengantar, daftar isi, naskahdaftar isi, daftar pustaka, biodata penulis dengan fotonya dan Sinopsis

2. Ketik A5 berukuran 14,8 x 21 cm, spasi 1,15 ukuran fon 11 dan margin kanan 2 cm, kiri 2 cm, atas 2 cm dan bawah 2 cm. gunakan huruf Arial, calibri atau Cambria dan masukkan dalam 1 file kirim ke WA sy email gusmukminin@gmail.com

Selain harga terjangkau tersedia pula fasilitas antara lain: Dibuatkan cover buku, layout, Edit, sertifikat Penulis buku, PO buku. Dapat buku ISBN sesuai pesanan. Cetak 10 dapat 10 buku yg 2 buku ke PERPUSNAS tanggung jawab Kamila Press.

Berdasarkan dari pemaparan narasumber, kesimpulannya bahwa setelah kita menulis dan menjadikan tulisan kita sebuah buku,maka seorang penulis perlu mengetahui pentingnya informasi tentang penerbit buku. Silahkan menetapkan pilihan untuk menerbitkan bukunya,akan memakai Penerbit Indie atau Penerbit Mayor.

Akhirnya untuk dapat menghasilkan tulisan yang baik, maka harus sering berlatih.Hasil tulisan kita dapat diterima dimasyarakat akan melalui proses yang panjang, untuk itu sebagai penulis pemula yang harus disiapkan adalah bagaimana menulis dan menyiapkan naskah yang baik. Maka menulislah terus sampai suatu saat tulisanmu bisa menemukan pembaca yang sejati.



Comments

  1. Tulisan yang bagus bunda Warsini. Mari tetap semngat dan terus berlatih ciptakan banyak karya buku solo

    ReplyDelete

Post a Comment