MENERBITKAN BUKU SEMAKIN MUDAH di PENERBIT INDIE


Resume singkat pert Ke-18
Narasumber : Raimundus Brian Prasetyawan,S.Pd
Moderator  : Rosminiyati
Gelombang : 23 & 24

Malam ke-18 pelatihan menulis kali ini terpaksa ku ikuti dalam perjalanan pulang ke rumah. Dua malam menginap di rumah Pringsewu. Turut paksu yang sedang ada kegiatan.Sore itu jam 3.30 kami berangkat dari Pringsewu. Jarak yang harus dicapai untuk sampai di rumah kurang lebih 4 jam. Wahhhh…sudah pasti ketinggalan mantengi WA malam ini. Tak surutkan semangatku Karena itu. Biarpun di perjalanan tetap ku ikuti kegiatan kelas. Moderator membuka sesi masih bisa terpantau. Jalan yang tanjak naik-turun dan bergoyang-goyang membuat berdebar-debar penasaran untuk terus buka WA. Namun apa daya, belum juga sampai rumah baterai lowbet. Gelapnya malam menemani perjalanan kami.Kanan kiri tampak bayangan hitam dari pepohonan yang tampak dari balik kaca mobil.Sesekali  berpapasan dengan mobil yang akan ke sebrang dengan membawa muatan pisang.


Teringat olehku malam ini materi yang kubaca di WA adalah Menerbitkan Buku Semakin Mudah di Penerbit Indie. Sesampainya di rumah hp langsung ku cas. Kulanjutkan bersih-bersih diri dan istirahat. Karena waktu sudah menunjukkan pukul 23.00. Sembari baterai hp terisi sampai 100%.

Subuh membangunkanku untuk segera membuka mata dan melaksanakan kewajiban sebagai muslim.Usai semuanya kunyalakan hp yang semalaman ku cas. Ooh sudah 100%. Lalu ku buka WA, bunyi WA yang berebut masuk ke hp membuatku tergagap. Busyeeeet daaah…gegara ngedrop banyak banget WA masuk. Ku panjat WA grup pertemuan malam ini. Perlahan tapi pasti kubaca sambil memaknai setiap kata yang ditulis baik oleh moderator maupun narasumber.
Seperti malam yang sudah-sudah dalam setiap pertemuannya dengan moderator, kali ini dipandu oleh ibu Rosminiyati akan membagi pertemuan dengan beberapa sesi yakni.
1. Pembukaan
2. Pemaparan materi
3. Tanya Jawab
4. Penutup

Bapak Raimundus Brian Prasetyawan,S.Pd sebagai narasumber, malam ini akan membersamai kami dan berbagi ilmu dan pengalamannya. beliau adalah alumni Belajar PGRI Gelombang 4 yang mengabdikan diri sebagai pengurus kegiatan Pelatihan Menulis ini, termasuk menerbitkan sertifikat peserta yang lulus. Sosok guru blogger millennial nan ganteng yang lahir di Jakarta, 30 Juni 1992, bertempat tinggal di Bekasi, dan berprofesi sebagai guru SD Negeri Sumur Batu 01 Pagi, Jakarta sejak tahun 2015-sekarang. 

Pak Brian akan memberikan referensi tambahan dalam penerbitan buku dan akan mengupas tuntas dua penerbit Indie yang menjadi rekanan beliau.Beliau mengatakan terlebih dahulu menulis menulis ini belum menghadirkan narasumber membahas tentang penerbitan buku di penerbit Indie. sehingga peserta harus mencari sendiri mau ke penerbit mana.Namun kali ini peserta  terlebih dahulu diperkenalkan kepada penerbit untuk referensi dalam menerbitkan buku nantinya tidak akan merasa bingung.Kebanyakan peserta masih awam akan hal itu.

Terutama diri saya pribadi juga masih awam tentang hal penerbitan bukut. Karena salah satu syarat lulus pelatihan ini adalah menerbitkan buku solo.Maka dengan adanya materi tentang penerbit indie ini akan sangat membantu peserta agar tidak bingung dan pusing lagi ketika mau menerbitkan buku dimana.

Mengapa menerbitkan buku dikatakan semakin mudah? saat ini ada penerbit indie yang menerbitkan buku tanpa seleksi. Dahulu ketika penerbit indie belum eksis seperti sekarang, kita hanya tahu bahwa penerbit buku yang hanya ada penerbit walikota seperti Gramedia, Erlangga, Grasindo, Elex media, Andi, dll. Jika penulis ingin menulisnya diterima oleh suatu penerbit walikota maka harus berjuang keras hingga masuk.Proses tahap seleksi naskah untuk bisa menembus penerbit walikota, selain itu tatkala naskah sudah diterima proses penerbitan membutuhkan waktu sangat lama.Namun sudah ada penerbit indie yang bisa menjawab rintangan-rintangan tersebut. Bagi penulis pemula penerbit indie menjadi solusi untuk mewujudkan impian memiliki buku karya sendiri.

Meskipun di penerbit indie, kita harus mengeluarkan biaya untuk mendapatkan fasilitas pra cetak, tapi memang sebagai konsekuensi dari penerbitan tanpa seleksi, sehingga biaya penerbitan menjadi tanggung jawab penulis untuk mendapat fasilitas penerbitan yang. memuaskan. Saya sendiri sudah menerbitkan 3 buku solo. Semuanya di penerbit Indie. 





Sebelum kita menentukan penerbit Indhie yang kita inginkan. Hal-hal yang perlu diperhatikan terlebih dahulu dari awal kita  perlu mengetahui  hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan terlebih dahulu penerbit indie.
● biaya jumlah penerbitan
● fasilitas penerbitan
● Batas maksimal halaman
● Ketentuan dan biaya cetak ulang
● Apakah dapat Master PDF
● Lama penerbitan
● Jumlah buku yang didapat penulis

Mengapa demikian? Karena ada penerbit yang bilang gratis. Tapi kita tidak mengetahui ketentuan yang belum terungkap. Misalnya ternyata kita tidak dapat mencetak bukunya, hanya dapat master PDF saja. Kita mesti cari percetakkan sendiri dan lain sebagainya. Jika hal itu diketahui belakangan maka kita akan jadi merepoting dan pusing sendiri.

Pak Brian mengenalkan  penerbitan yang saat   ini beliau bekerja sama dengan 2 penerbit tersebut.Semua ketentuan tertuang di blog berikut ini.




Beliau mengatakan termasuk salah satu yang bisa membantu peserta menerbitkan buku. Beliau  sudah memilihkan penerbit yang enak banget. kinerjanya tidak diragukan lagi. Saya sudah melihat sendiri kedua penerbit tersebut menerbitkan buku tidak lebih dari 2 bulan. Hasil cetaknya bagus.Dan tidak mengecewakan. Direkomendasikan dari Pak Brian agar para peserta  tidak perlu mengalami pengalaman yang mengecewakan saat menerbitkan buku, karena ada saya yang mengawal dan menjamin buku sampai terbit.

Untuk menjawab keinginan yang berbeda-beda dari peserta menulis terhadap buku yang akan diterbitkan. Maka saya coba akomodir dengan menyediakan 2 penerbit tersebut yang bisa bapak/ibu pilih.
Perhatikan perbedaan 2 penerbit rekanan saya tersebut , yang saya beri huruf tebal merupakan letak perbedaannya dan saya sampaikan juga bahwa penerbit Depok juga ada paket gratis seperti ini. Tapi ada minimal cetak 40 eksemplar. Paket ini biasanya dipakai untuk sekolah yang memang banyak. Sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya lagi


Penerbit Depok cocok untuk penulis yang memang hanya menerbitkan buku saja, dan tidak berencana untuk menjual. hanya untuk pribadi saja, sehingga tidak perlu buku yang banyak Maka biaya penerbitannya lebih terjangkau. Biaya penerbitan yang terbilang murah, membuat biaya cetak ulang di penerbit depok cukup lumayan.

Penerbit Malang cocok untuk yang berencana menjual bukunya, karena jumlah buku yang diberikan lebih banyak. Dengan biaya penerbitan 650.000 terhitung lebih hemat. Jika stok buku habis, bisa cetak ulang lagi dengan biaya cetak per buku lebih murah dibanding penerbit Depok.

Hal yang tak kalah pentingnya dari pertemuan malam ini adalah dengan segera siapkan  naskah dan  kelengkapannya sesuai dengan penerbit yang dipilih sesuai rekomendasi dari narasumber.

Comments

  1. Tetap semangat bunda Warsini
    Meski telat menyimak, tidak mengurangi kualitas tulisan, tetap tampil berkelas, apik penuh dedikasi šŸ‘

    ReplyDelete

Post a Comment