Langkah Menyusun Buku Secara Sistematis
PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI
Pertemuan ke-16.
Gelombang 23 & 24
Narasumber : Yulius Pantandean,S.Pd
Moderator : Muladi
Diujung malam ke 16 Pelatihan BM seperti biasa saya dan peserta lain membuat resume. Entah mengapa malam ini kantuk tak dapat terbendung. Mungkin terlalu lelah karena beraktivitas sepanjang hari yang sangat menguras tenaga. Namun samar masih terdengar dering WA yang membuatku terjaga dan terkesiap membuka mata.
Dipandu oleh bapak Muliadi sebagai moderator dan dibersamai oleh narasumber dari Tana Toraja. Beliau adalah Bapak Yulius Pantandean,S.Pd. Beliau merupakan seorang Penulis & Editor Profesional asal SMAN 5 Tator. Lahir di Salubarani, Gandangbatu Sillanan, Kabupaten Tana Toraja, 6 Juli 1984. Prestasi yang pernah diraihnya adalah Pemenang Ketiga Lomba Kreatifitas Guru Tingkat SMA pada Porseni PGRI Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2017. Meraih dua medali emas dan tiga medali perunggu Gurulympics PGRI tahun 2020. Guru Berprestasi jenjang SMA Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2021. Pemenang Kedua Lomba Video Best Practice Mengajar Dari Rumah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2021.
Tahun 2009 menjadi guru PNS dan mengajar di SMAN 3 Tana Toraja hingga tahun 2015. Tahun 2015-sekarang sebagai guru Bahasa Inggris di SMAN 5 Tana Toraja. Ia pernah menjadi pengajar tidak tetap di Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Indonesia Toraja, Tutor Universitas Terbuka dan Fasilitator Belajar Yayasan Trampil Indonesia.
Beliau adalah Guru Bahasa Inggris di SMAN 5 Tana Toraja sejak tahun 2015. Juga seorang penulis yang cukup produktif. Beberapa buku telah berhasil diterbitkan seperti "Guru Menulis Guru Berkarya" (Penerbit Eduvation, 2020). Buku kedua yaitu "Transformasi Digital" yang diterbitkan oleh salah satu penerbit walikota, penerbit ANDI Offset.
Beliau mengatakan belajar dan bisa menulis melalui grup pelatihan ini, tepatnya di gelombang 9 pada awal pandemi Covid-19. Malam ini beliau akan berbagi pengalaman menulis dalam Topik 'Langkah Tentang Buku Secara Sistematis'. Menurut narasumber dalam menulis dan menyelesaikan tulisan beliau masih memegang prinsip CLBK. Apa itu CLBK? Inilah penjelasan dari CLBK.(Bukan Cinta lama bersemi kembali..yaaa)..
Prinsip CLBK. Apa itu CLBK?
1. Coba : Menulis tidak bisa menjadi ala bisa karena semata-mata tanpa ada percobaan. COBA untuk menulis adalah satu kata romantis. Dengan mencoba maka akan timbul rasa penasaran untuk menjalaninya. Ada pahit, manis, asam, asin, kecewa dan bahagia kala mencoba. Percobaan mendorong kita untuk berbuat lebih untuk menjawab rasa penasaran. apakah sudah selesai mencoba atau mau melanjutkan?
2. LAKUKAN. Jika hendak melanjutkan suatu tulisan lakukan dengan segera dan jangan menunda-nunda.. Praktekkan sekaligus, biarkan ide mengalir bersama jari-jari mungil kita. melakukan proses lebih dalam membutuhkan dorongan lebih pula. Tidak hanya memiliki untuk membuat tulisan, yang lebih utama adalah niat menghilangkan rasa penasaran di pikiran. Penasaran tentang apa yang akan ditulis.
3.BUDAYAKAN! Jadikan m enulis menjadi budaya yang menyatu dalam perjalanan hidup kita. Membudayakan menulis adalah proses menuju karya. Sebuah buku yang terbit dari penerbit.Budaya seperti yang biasa ditemui adalah kebiasaan. Menjadi kebiasaan belum tentu pula akan memberi dampak positif jika tidak ada kebiasaan pelakunya.
4.KONSISTEN adalah langkah pamungkas dalam teori yang ditulis. Budaya menulis yang baik adalah ketika kita menjadi konsisten dalam praktiknya.
Narasumber melanjutkan prinsip CLBK sudah diterapkannya dalam tulisannya, yakni Coba, Lakukan, Budayakan, Konsisten, inilah yang saya sebut CLBK dalam menulis. ini boleh menjadi pemberi semangat dan pendorong teman-teman untuk memulai, menciptakan dan menciptakan karya.Menyelesaikan suatu tulisan akan terjadi karena konsistensi dalam menulis. Jadi, romansa menulis indah ketika CLBK menjadi bagian tak terpisahkan dalam proses mengumpulkan-percikan ide kita,lalu kemudian kita susun secara sistematis.
Cara menumbuhkan konsistensi dalam menulis adalah fokus, bangun minat menulis dan miliki minat menulis dan miliki motivasi untuk menghasilkan buku ber- ISBN. Apapun yang kita lakukan, lakukanlah dari diri kita sendiri dari hal kecil namun bermanfaat.Budayakan dan Konsisten hal yang harus kita terapkan. Apapun masalah yang kita hadapi, usahakan jangan berhenti di tengah jalan.Mari menunils hingga usai tulisan kita. Selesaikanlah!
Comments
Post a Comment