Kiat Menulis Crita Fiksi
Malam Kamis, 9 Februari 2022. Pertemuan ke-11 kelas menulis. Sebagai moderator malam ini adalah ibu Helwiyah, dan narasumber Bapak Sudomo, S.Pt. Tema malam ini "Kiat Menulis Cerita Fiksi".
Malam dingin menyapa saya yang sedikit luruh.buka logika logika untuk mengikuti pertemuan malam ini.Sedikit mengamati diri untuk mengikuti kelas dengan cermat.Walau berdenyut indah,suara batu untuk menyelingi waktuku baca WA.Pak Sudomo, S.Pt,Lahir di Sukoharjo, 27 Maret 1975. Nara sumber malam ini adalah seorang sarjana yang membidangi literasi .Beliau seorang guru IPA di SMP Negeri 3 Lingsar Lombok Barat. Selain aktif mengajar saat ini beliau aktif sebagai Guru Penggerak Angkatan 2 Kabupaten Lombok Barat juga menjadi Ketua Komunitas Guru Penggerak Kabupaten Lombok Barat.
A.Mengapa harus menulis fiksi?
- Salah satu aspek yang dinilai dalam Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) adalah Literasi Teks Fiksi. Dengan belajar menulis fiksi, tentu seorang guru akan lebih mudah membuat soal latihan AKM bagi murid-muridnya.
- Menulis fiksi merupakan cara asyik untuk tersembunyi dan menyembuhkan luka. Dengan menulis fiksi, orang-orang guru dapat menyuarakan isi hati melalui tokoh-tokoh yang diciptakannya.
- Cerita fiksi merupakan media pembelajaran alternatif yang menyenangkan bagi murid terutama menyangkut pengembangan karakter dan materi pengayaan.
- Menulis fiksi bisa menjadi poin tambahan dan koin, terutama jika dikumpulkan menjadi sebuah buku.
- Komitmen dan niat kuat untuk belajar menulis fiksi, baik melalui blog atau kompetisi.
- Kemauan dan kemampuan melakukan riset. Lo, kok, cerita fiksi ada riset juga? Iya dong. Tujuannya agar tulisan menjadi lebih nyata. Misalnya, tentang latar tempat.
- Banyak membaca cerita fiksi karya penulis lain. Hal ini akan kokosa kata dan juga menemukan gaya.
- KBBI dan PUEBI agar cerita yang ditulis sesuai kaidah bahasa.
- Memahami dasar-dasar menulis cerita fiksi.
- Tema yang merupakan ide pokok cerita . Kiat menemukan tema yang paling dekat dengan kita. Bisa saja keluarga atau sekolah. Selain itu, pilih tema yang paling disukai dan kuasai. Hal ini akan memudahkan dalam menyelesaikan cerita.
- Premis yang merupakan ringkasan cerita dalam satu kalima t. Unsur-unsurnya terdiri dari karakter, tujuan tokoh, halangan/rintangan, dan resolusi. Contoh: Seorang prajurit muda berjuang melawan kejahatan yang akan menguasai dunia. Contoh tersebut adalah premis dari novel Harry Potter.
- Alur/plot yang merupakan struktur rangkaian kejadian dalam cerita . Terdiri dari pengenalan cerita, awal konflik, menuju konflik, konflik/klimaks, dan ending.
- Penokohan yang merupakan penjelasan selangkah demi selangkah detail karakter dalam cerita . Bisa digambarkan secara langsung, fisik dan perilaku tokoh, lingkungan, tata bahasa tokoh, dan penggambaran oleh tokoh lain.
- Latar/setting yang merupakan penggambaran waktu, tempat, dan suasana.
- Sudut pandang yang merupakan cara penulis menempatkan diri. Penggunaan sudut pandang dalam menulis cerita fiksi harus konsisten.
D.Bagaimana Kita Menulis Cerita Fiksi?
- Niat untuk memulai dan menyelesaikan cerita fiksi. Masalah yang dihadapi oleh penulis adalah mengalami kebuntuan ide menyelesaikan tulisan fiksi.
- Perbanyak membaca cerita fiksi karya orang lain untuk menambah referensi berupa ide/gagasan/tema, teknik menulis, pemilihan kata, dan gaya penulisan.
- Ide dan genre. Catat segera ide cerita yang terlintas di kepala agar ide tidak hilang begitu saja. Pilih genre yang disukai dan kuasai.
- Outline/kerangka karangan. *Kerangka disusun berdasarkan unsur-unsur pembangun cerita fiksi
*Menentukan tema untuk memahami cerita fiksi kita
*Membuat premis sesuai tema
*Alur yang berdasarkan unsur-unsurnya
*Menentukan penokohan kuat berdasarkan jenis dan teknik penggambaran karakter dengan baik
*Menentukan latar belakang dengan menunjukkan sisi eksotis dan detail sudut pandang penceritaan yang unik awal menulis.
Membuka cerita dengan baik (dialog, kutipan, kata unik, konflik)
- Pengenalan tokoh dan latar belakang dengan baik dengan cara yang jelas kepada pembaca
- Menguatkan sisi konflik internal dan
- Menggunakan pertimbangan logistik agar tidak cacat logika logika logika dan memperkuat imajinasi
- Memilih Rangkaian yang pendek dan jelas
- Memperkuat dengan pemilihan kata (diksi)
- Membuat akhir yang baik
- Melakukan swasunting.
- Selesai setelah menulis
- Jangan menulis sambil mengedit
- Memfokuskan penyuntingan pada kesalahan
- Pengetikan, pemakaian kata baku dan istilah,
- Aturan penulisan, ejaan, dan logika cerita;
- Usahakan menempatkan diri pada posisi sebagai penyunting agar tega menyunting tulisan sendiri;
- Jangan lupa siapkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
Comments
Post a Comment