Menulis itu Bekerja Untuk Keabadian


                                          

  • Judul                    : Pelatihan Belajar Menulis PGRI                         
  • Resumi ke           : I (satu)             
  • Gelombang          : 24         
  • Tanggal                : 17 Januari 2022                
  • Tema                    : Ide Menulis Bagi Guru                  
  • Moderator           : Maesaroh, M.Pd            
  •  Narasumber        : Wijaya Kusuma M.Pd        

Senin, 17 Januari 2022.  

Pelatihan belajar menulis untuk pertemuan pertama yang dilaksanakan pada pukul 19.00. Acara akan dimoderatori oleh Ibu berparas cantik , berasal dari Kabupaten Lebak ini bernama Ibu Maesaroh, M.Pd serta akan dibersamai oleh narasumber hebat yang memiliki segudang prestasi yang akan berbagi ilmu dan pengalamannya dibidang menulis.  Pelatihan dilaksanakan secara   "Daring Via Grup WA Belajar  menulis".  Kiat-kiat yang disampaikan oleh Om Jay di luar negeri akrab dan lebih populer ini, yang memiliki nama asli Wijaya Kusuma, M.Pd. Dengan menulis beliau telah berkeliling hampir ke seluruh nusantara. Banyak ide atau gagasan bermanfaat yang begitu mudah beliau tuliskan dan dijadikan referensi bagi penulis pemula.

Tulisannya yang ringan untuk dibaca namun sarat makna ini membius para pembaca untuk mengikuti jejaknya untuk menulis. Menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain Dengan menorehkan goresan pena maka akan terkenang sepanjang masa.Wijaya Kusumah, S.Pd,M.Pd , Lahir di Jakarta, 28 Oktober 1971. Saat ini sedang mempersiapkan   Program Disertasi S3 Studi Teknologi Pendidikan Pascasarjana UNJ. Selain itu aktif sebagai penulis beliau adalah guru TIK/INFORMATIKA di SMP Labschool Jakarta Semasa kuliah di IKIP Jakarta beliau aktif di beberapa organisasi.

Sepak terjangnya dalam dunia menulis sangat menginspiratif. Membangkitkan semangat bagi orang-orang yang selama ini menulis namun belum bisa terwujud. Peserta malam ini sangat antusias mengikuti pelatihan. Bak dibangunkan dari tidur panjangnya begitu terbuka mata hati untuk mengenali diri dengan pena. Beliau mengatakan "Hidup ini adalah bersanding bukan bersaing. Harus percaya diri karena setiap orang memiliki keunikan masing-masing". Dalam hal menulis bagi pemula harus memperbanyak latihan. Sesering mungkin untuk menulis. Tentang dan apa pun. Karena ide menulis itu dapat diperoleh di mana-mana. Berkeinginan untuk menjadi penulis ya harus konsisten menulis. Karena dengan menulis kita bisa eksis dan narsis.Kisah inspiratif Om Jay sebagai penulis berawal dari suka berbicara. Banyak bicara tanpa dituliskan seiring waktu tak ada bekasnya. Namun bicara lalu dituliskan maka akan tercatat dalam sejarah dunia. 

Lalu ada pertanyaan "Bagaimana cara menaklukkan rasa minder?", Om Jay mengatakan kita harus mulai membangun rasa percaya diri. Perkaya diri dengan banyak membaca dan terus menulis. Seiring waktu kita akan terbiasa dengan menulis, dan tentu saja timbul rasa lebih percaya diri. Sempatkan waktu untuk membaca lalu menulisya. Banyak hal yang bisa kita tulis. Memunculkan Ide menulis bisa dimulai dari diri sendiri. Berdasarkan apa yang kita lihat, kita merasakan dan yang kita harapkan, lalu kita melihat dalam bentuk tulisan. Dari lingkungan sekitar tempat kerja atau di sembarang tempat yang kita lihat. Perasaan senang, sedih, dalam keseharian kita, semua bisa menjadi bahan ide menulis.  Menulislah dengan cana.

Narasumber berpendapat "Menulis itu asik". D engan menulis membuat kita lebih mengenal diri kita sendiri. Agar tulisan kita sistematis maka harus banyak membaca buku tentang menulis. Karena itu akan menambah khasanah ilmu bab penulisan. Om Jay memberikan trik "Bagaimana cara menulis tanpa ide?". Penjelasan yang simpel yakni tulislah apa yang kita rasakan, apa yang sedang kita lakukan, dan apa yang kita inginkan. Menulis hakikatnya sama dengan berbicara. Keduanya sama-sama menyampaikan pesan. Bagaimana pesan yang kita sampaikan itu harus diterima oleh orang lain maka kita pandai meramunya. Dalam tulisan kita buat pembaca tertarik pada awal alinea. Memilih dan menggunakan kata yang mudah dijangkau oleh pembaca sangat disarankan dalam menulis.

Menulis cara kita menuju keabadian. Untuk itu menulis untuk meninggalkan jejak digital untuk anak cucu kelak. Karena mereka hidup di dunia digital. Pesan Om Jay, "Menulislah dengan hati maka kelak kau akan bertemu dengan pembaca setiamu".Di penghujung materi sebelum acara ditutup kutipan dari sang narasumber "Menulis itu bekerja untuk keabadian"..Dengan harapan dengan adanya pelatihan akan banyak bermunculan penulis-penulis berkompeten.



 Warsini,S.Pd
 Guru SMPN 3 Cukuhbalak
 Tanggamus Lampung





 

 

 

 

 

 

Comments

Menjadikan Menulis Menjadi Passion

Menulis Buku Terbaik Perpusnas

PEMASARAN BUKU

MENERBITKAN BUKU SEMAKIN MUDAH di PENERBIT INDIE