Menulis Buku dari Karya Ilmiah


Pertemuan ke : 6
Gelombang : 24
Moderator : Raliyanti
Narasumber : Noralia Purwa Yunita,M.Pd
Tema : Menulis Buku dari Karya Ilmiah




Masih dengan kesetiaan ,malam ini ku ikuti pelatihan BM gelombang 24. Walau ada kendala sedikit mengurangi semangatku untuk tetap ngechun di channel ini . Empat hari lagi kami akan menuju hari ke sepuluh. Goresan pena setiap seminar menjadi ampuh. Bagai mata pisau yang tumpul sebelumnya, menjadi karena terasah oleh beberapa narasumber yang tajam.

Setiap pertemuan peserta bagai disuntik multivitamin. Tak ubahnya malam ini. Dibersamai oleh seorang narasumber muda dan cantik. Beliau bernama Noralia Purwa Yunita,M.Pd. Guru muda segudang prestasi. Bertugas menjadi guru di SMP Negeri 8 Semarang. Meraih gelar M.Pd di Universitas Negeri Semarang .Aktifitasnya selain mengajar, beliau juga aktif menulis di blog dan tergabung dalam komunitas sejuta guru ngeblog. Prestasinya yang diperoleh membuat decak kagum melihatnya.

Dipandu oleh sang moderator handal ibu Raliyanti, menjadikan malam pertemuan semakin asyik. Suasana semakin hangat dan dialogis pembelajaran kali ini. Dibalik memberikan gebrakan yang sangat luar biasa terhadap pemikiran kami. Semula saya berpikir untuk menemukan ide dari apa yang kita lihat dan kita rasakan, yang digoreskan lalu melalui untuk dijadikan karya yang berkesan.

Kelas 'BM' ini memang yang terbaik. Karena sudah lahir begitu banyak penulis-penulis yang cemerlang. Begitu banyak trik dan tip yang sudah dibagikan oleh para narasumber yang sebgian besar merupakan alumni dari kelas 'BM' asuhan dari Om Jay. Ide kreatif beliau menjadi pembuka jalan bagi guru yang ingin berkarya selama ini hanya terpendam.

Narasumber yang jebolan kelas 'BM' gelombang 8 ini membagi triknya, untuk membuat tulisan dengan hasil konversi karya ilmiah menjadi sebuah buku. Karena seorang sarjana untuk kelulusannya adalah menulis karya ilmiah, juga S2. Otomatis sudah memiliki modal untuk dijadikan sebuah buku .

Hasil kerja keras membuat KTI, akan sangat dihargai jikalau informasi dan data penting bagi yang tertua di KTI tersebut, hanya teronggok di perpustakaan dan tidak tersampaikan masyarakat luas. Berdasar dari itu narasumber memberi pencerahan satu solusi yakni mengubah KTI menjadi buku.

Menurut Ibu Noralina ada beberapa manfaat dengan konversi KTI menjadi buku, di antaranya adalah:
      1.Dapat dibaca oleh masyarakat awam
      2.Buku dapat diperjualbelikan. Secara materi dapat diperoleh.
      3.Bagi para ASN, buku dapat dijadikan publikasi ilmiah yang dapat menambah poin angka  kredit.ASN  
        selain mendapatkan poin AK dari laporan PTK, juga akan mendapatkan poin dari  publikasi ilmiah 
        berupa buku.
    4.Jika buku hasil konversi karya kita dibaca banyak orang, banyak yang beli besar  kemungkinan memberi  
       peluang untuk kita menjadi penulis
    5.Ilmu yang ada, dapat tersebar bebas tanpa sekat jika sudah diubah menjadi buku

Namun untuk mengubah KTI menjadi sebuah buku walau pun tidak sulit, juga tidak sulit bagi dunia. Harus ada keseriusan untuk melakukannya. Karena perbedaan yang sangat menonjol antara format penulisan buku dengan format karya tulis ilmiah. Hal ini kita harus memahami format dasar dari masing-masing tulisan.
Perbedaan format buku dan KTI itu adalah sebagai berikut:
                    
1.Format buku
-judul buku
-Kata pengantar
-Prakta
-Daftar isi
-isi buku
-Daftar pustaka
-Sinopsis
-Profil penulis
-Boleh ditambah gambar,indeks

                          2.Format KTI
                                  -Judul -Kesimpulan
                                  -Lembar pengesahan 
                                  -Kata pengantar 
                                  -Halaman persembahan
                                  -Daftar isi
                                  -Pendahuluan
                                  -tinjauan pustaka
                                  -Metode penelitian
                                  -Pembahasan
                                  -Daftar pustaka
                                  -Lampiran

Narasumber berbagi ilmunya cara konversi KTI menjadi buku :
1.Mengubah judul : KTI cenderung panjang dan menggunakan bahasa ilmiah. Buku cenderung menggunakan 
    bahasa popularSingkat dan padat.
2.Mengubah daftar isi. KTI pada umumnya ditulis per bab. Maka ketika diubah menjadi buku daftar isi 
    mengikuti pedoman 2W + 1H (why, what, how).Mengapa : menjelaskan pentingnya penggunaan         metode itu untuk pembelajaram. Apa: menjelaskan karakteristik, ciri khas, dari metode/media/model yang menjadi fokus dari tulisan. How: menjelaskan bagaimana tahap pembuatan, bagaimana hasil pembuatan,bagaimana penerapannya.

Kelebihan KTI menjadi buku, kita bisa memilih salah satu dari bab yang ada di KTI untuk kita konversi menjadi sebuah buku. Dengan mengubah bahasa dalam KTI menjadi buku. Secara kebahasaan dan penyajian KTI versi buku harus berbeda dengan versi laporan.

Susunan dan gaya bahasa dibebaskan dan terserah penulis. Karena tiap-tiap penulis memiliki ide dan kreativitas masing-masing sesuai dengan pengalaman dan bahan bacaannya. Semakin tinggi literatnya seorang penulis maka akan semakin kaya kata-kata dalam tulisannya. Karena membaca, berpikir dan menulis adalah satu rangkaian literasi yang tidak dapat dipisahkan.Selain itu kita harus berusaha semaksimal mungkin, agar pembaca memahami isi buku kita secara lengkap, dan tentunya mengena dihati pembaca ketika karya ilmiah diubah menjadi buku.

Agar tidak termasuk dalam kategori self plagiarisme, hendaknya  kita tidak melakukan hanya sekedar copy paste KTI untuk menjadi buku.Harus tetap melakukan menulis ulang setiap kalimat yang ada, namun tidak mengubah arti dari kalimat yang ada di KTI asli. Tehnik paraphrase akan sangat membantu dalam penulisan ulang KTI menjadi buku.

Dengan demikian, kita akan terhindar dari predikat self plagiarisme. Maka sudah menjadi suatu keharusan dengan mengikuti aturan yang ada, jika hendak mengkonversi KTI  menjadi buku. Dikarenakan struktur dan isi KTI versi buku tidaklah  sama. Sehingga KTI versi buku yang kita buat akan menjadi sebuah buku yang mudah diterima dan bermanfaat oleh pembaca sebagai acuan ilmu pengetahuan.





Comments

Menjadikan Menulis Menjadi Passion

Menulis Buku Terbaik Perpusnas

PEMASARAN BUKU

MENERBITKAN BUKU SEMAKIN MUDAH di PENERBIT INDIE