Menjadikan Menulis Sebagai Passion


Pelatihan BM PGRI hari ke 2. Dengan tema "Menjadikan Menulis Sebagai Passion". Narasumber Dra.Sri.Sugiarti.M.Pd. yang sering dipanggil Bunda Kanjeng. Sebagai moderator malam ini ibu Helwiyah. Nara sumber malam ini merupakan lokomotif dari gerbong antologi dari beberapa kelas yang di Motori oleh Om Jay.  Alhamdulillah saya bersyukur bisa bergabung dan ikut belajar dengan orang-orang hebat, yang ikhlas berbagi ilmu dan pengalamannya di tengah-tengah kesibukannya masih menyempatkan waktu untuk berbagi ilmu. Motto beliau yang menginspirasi "Bersemangat menggapai ridho Allah dengan berbagi dan bersilaturhami", menggugah semangat . Seorang guru pegiat literasi nusantara, lulusan S2 UMS ini mendapat julukan ratu antologi.Menulis buku 21 dan merupakan editor sejak tahun 2019. Selain itu beliau juga seorang motivator. Kebersamaannya dengan tim Om Jay berawal dari berani di kompasiana tahun 2009. Saat awal.beliau mengenal dunia internet . Tahun 2013 saat mengikuti Kamp Guru 3 di UNJ bertemu lagi dengan Om Jay dan selanjutnya   berkolaborasi di berbagai diklat menulis ada di Bekasi.Jakarta. Padang dan terakhir di Kupang sampai akhirnya Pandemi datang

Ide kreatif Omjay muncul untuk mengajak Bapak Guru hebat di nusantara untuk belajar menulis bersama PGRI. Tak terasa saat ini sudah berada di gel 23 dan 24. Menulis buku adalah pekerjaan mulia. Jadikan menulis sebagai gairah. Mengapa menulis menjadi passion yang?.Ada dua hal yaitu kemampuan menulis sebagai indikator intelektualitas dan peningkatan, serta hingga hari ini profesi adalah salah penulis satu pekerjaan yang dinilai dan dihargai secara sosial. Dalam menulis sering kita menemukan hambatan atau kendala diantaranya merasa tidak diberi hadiah menulis, tidak memiliki waktu, tidak memiliki ide, tidak mau kritik, dan tidak suka menulis. 

Langkah-langkah menjadi penulis yang baik, adalah 1. membaca (read), 2.diskusi (dicuss), 3.Melihat dan merasakan (look & feel), 5. Sosial. Untuk menjadi seorang penulis yang baik, kita perlu membaca banyak buku baik yang bersifat umum (umum) maupun spesifik (misalnya sesuai dengan latar belakang akademik atau minat pribadi kita). Diskusi merupakan hal  penting karena ide dan gagasan sering muncul saat kita mendialektikakan bahan bacaan yang kita baca dengan bacaan orang lain atau dengan diri kita sendiri. Menulis dengan melihat dan merasakan , baiksecara langsung maupun  apa yang kita lihat dan baca di media. Lalu sosial, b erapa banyak pengetahuan, pengalaman dan kisah orang lain yang dapat kita serap?

Narasumber menjelaskan persiapan penulisan yakni:
    1.Menggali ide/gagasan           
    2.Menentukan Tujuan, Genre, dan Segmen Pembaca  
    3. Menentukan Topik
    4.Membuat Garis Besar 
    5.Mengumpulkan  Bahan Bahan  / Buku
     
Setelah kita menyelesaikan naskah kasar dari buku yang kita tulis (rougt drat) tahapan yang harus dilewati hingga terbitnya buku adalah : 

  • Mengedit,
  • Merevisi
  • Menerbitkan

Dipenghujung pelatihan narasumber mengatakan bahwa  yang membanggakan para alumni menjadi Kelas Menulis ini berhasil berproses penulis dan bahkan menembus penerbit walikota duet dengan Prof Eko Indrajit. Teruslah menulis setiap waktu.. Jangn pernah merasa takut tulisan kita jelek atau tidak ada yang mau membaca. Banyak cara untuk menumbuhkan semangat menulis salah satunya tetaplah berada di komunitas Literasi. Ikuti nubar nulis bareng di buku Antologi sebagai jembatan menjadi penulis buku solo. Semangat Bunda Kanjeng malam ini mendapat pencerahan. Menulis dengan hati takdir yang akan menentukan nanti. Terima kasih atas ilmunya semoga membawa berkah. Salam literasi.


Januari 2022
Cukuhbalak Tanggamus





Comments

Menjadikan Menulis Menjadi Passion

Menulis Buku Terbaik Perpusnas

PEMASARAN BUKU

MENERBITKAN BUKU SEMAKIN MUDAH di PENERBIT INDIE